Minggu, 21 Maret 2010

Hubungan antara Persepsi dan Proses Pengambilan Keputusan

Para individu dalam organisasi membuat keputusan (decision),artinya mereka membuat pilihan-pilihan dari dua alternatif atau lebih.Sebagai contoh,manajer puncak bertugas menentukan tujuan-tujuan organisasi,produk atau jasa yang ditawarkan,cara terbaik untuk membiayai berbagai operasi,atau tempat untuk menempatkan pabrik manufaktur yang baru.manajer tingkat menengah dan bawah menentukan jadwal produksi,menyeleksi karyawan baru,dan memutuskan bagaimana meningkatkan bayaraan karyawan.Tentu saja,membuat keputusan bukanlah satu-satunya wewenang para manajer.Karyawan nonmanejerial juga membuat keputusan yang memengaruhi pekerjaan dan organisasi tempat mereka bekerja.Dengan semakin banyaknya organisasi dalam tahun-tahun terakhir yang memberi kryawan nonmanejerial otoritas pembuatan keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan yang dulunya hanya diberlakukan untuk para manajer.Oleh karena itu,pembuatan keputusanindividual merupakan satu bagian penting dari prilaku organisasi.

Pembuatan keputusan muncul sebagai reaksi atas sebuah masalah.Artinya,ada ketidaksesuaian antara perkara saat ini dan keadaan yang diinginkan,yang membutuhkan pertimbangan untuk membuat beberapa tindakan alternatif.Jadi apabila mobil yang Anda gunakan untuk pergi ke tempat kerja mogok,Anda butuh membuat keputusan untuk menyelesaikan masalah tersebut.Jadi,kesadaran bahwa terdapat sebuah masalah dan bahwa sebuah keputusan harus dibuat merupakan persoalaan penginterpretasian.

Lagipula ,setiap keputusan membutuhkan interpretasi dan evaluasi informasi.Biasanya, data diperoleh dari banyak sumber dan data-data tersebut harus disaring,diproses,dan diinterpretasikan.Misalnya,data mana yang relevan dengan keputusan tersebut dan data mana yang tidak relevan?persepsi-persepsi dari pembuat keputusan akan menjawab keputusan tersebut.berbagai alternatif akan dikembangakn,serta kelebihan dan kekurangan dari setiap alternatif harus dievaluasi.

Bagaiman seharusnya keputusan individual itu? dan langkah-langkah dalam mengambil sebuah keputusan.

Proses pembuatan keputusan yang rasional

Kita sering berfikir bahwa pembuat keputusan yang paling baik adalah yang rasional.Artinya,pembuat keputusan tersebut membuat pilihan-pilihan yang konsisten dan memaksimalkan nilai dalam batasan-batasan tertentu.Pilihan-pilihan ini dibuat dengan mengikuti enam langkah dari model pembutan keputusan yang rasional.Selain itu,ada asumsi-asumsi tertentu yang mendasari model ini.

Enam langkah dalam model pembutan keputusa yang rasional.

Model ini dimulai dengan mendefinisikan masalahnya.Seperti yang telah disebutkan sebelumnya,sebuah masalah ada ketika terdapat ketidaksesuain antara keadaan yang ada dan keadaan perkara yang diinginkan.Banyak keputuan buruk disebabkan oleh si pembuat keputusan yang mengabaikan sebuah masalah atau mendefinisikan masalah yang salah.

Setelah mendefinisikan masalahnya,ia harus mengidentifikasikan kriteria keputusan yang penting dalam menyelesaikan masalah tersebut.Dalam langkah ini,pembuat keputusan menentukan apa yang relevan dalam membuat keputusan.Langkah ini memprosesberbagai minat,nilai,dan pilihan pribadi yang serupa dari si pembuat keputusan.Pengidentifikasian kriteria itu penting karena apa yang diangaggap relevan oleh seorang individu belumtentu demikian bagi individu lain.

Langkah ketiga mengharuskan pembuat keputusan untuk menimbang kriteria yang telah diidentifikasikan sebelumnya guna memberi mereka prioritas yang tepat dalam keputusan tersebut.

Langkah keempat mengharuskan pembuat keputusan membuat berbagai alternatif yang dapat berhasil dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Setelah alternatif-alternatif dibuat,pembuat keputusan harus menganalisis dan mengevaluasi setiap alternatif dengan saksama.Hal ini dilakukan dengan menilai setiap alternatif dalam setiap kriteria.kelebihan dan kekuragan setipa alternatif menjadi jelas ketika alternatif tersebut dibandingkan dengan kriteria dan bobot yang telah diperoleh dilangkah kedua dan ketiga.

Langkah terakhir dalam model ini mengharuskan kita untuk memperhitungkan keputusan yang optimal.Hal ini dilakukan dengan mengevaluasi setip alternatif terhadap kriteria yang ditimbang dan memilih alternatif yang memiliki nilai total yang lebih tinggi.

Asumsi-asumsi dari model tersebut :

1. kejelasan masalah.masalahnya jelas dan tidak ambigu.

2. Pilihan-pilihan yang diketahui.pembuat keputusan dianggap bisa mengidentifikasikan semua kriteria yang relevan dan bisa menyebutkan alternatif yang mungkin.

3. Pilihan-pilihan yang jelas.rasionalitas mengasumsikan bahwa berbagai kriteria dan alternatif bisa dinilai dan ditimbang untuk mencerminkan kepentingan mereka.

4. Pilihan-pilihan yang konstan.diasumsikan bahwa kriteria-kriteria keputusan tertentu bersifat konstan dan bobot yang diberikan pada kriteria tersebut selalu stabil.

5. Tidak ada batasan waktu atau biaya.pembuat keputusan yang rasional bisa mendapatkan informasi lengkap tentang kriteria-kriteria dan alternatif-alternatif karena diasumsikan bahwa tidak ada batsan waktu dan biaya.

6. Hasil maksimum.pembuat keputusan yang rasional akan memilih alternatif yang menghasilkan nilai tinggi.

Kesalahan-kesalahan dalam pengambilan keputusan

Rasionalitas yang dibatasi

Yaitu membuat keputusan dengan membuat berbagi model sederhana yang menggali fitur dasar dari masalah tanpa mendapatkan semua kerumitan.

Ketika dihadapkan dengan sebuah masalah yang kompleks,sebagian besar individu merespons dengan mengurangi masalah tersebut sampai pada tingkat yang mudah dimengerti.Ini terjadi karena kemampuan pemrosesan informasi yang terbatas dari manusia yang membuatnya tidak mungkin menerima dan memahami semua informasi yang dibutuhkan untuk berbuat terbaik.Jadi individu-individu berusaha memuaskan,yaitu mereka mencari solusi-solusi yang memuaskan dan secukupnya.

Salah satu aspek yang lebih menarik dari rasionalitas yang dibatasi adalah susunan dari alternatif-alternatif yang dianggap penting dalam menentukan alternatif-alternatif yang dipilih.Karena semua alternatif dipertimbangkan,susunan awal dimana mereka dievaluasi tidaklah relevan.Setiap solusi yang potensial akan mendapatka sebuahevaluasi yang lengkap dan menyeluruh.Dengan berasumsi bahwa sebuah masalah memiliki lebih dari satu solusi potensial,plihan yang minimum adalah pertama yang dapat diterima yang pertama kali ditemui oleh si pembuat keputusan.Alternatif yang unik dan kreatif mungkin memwakili sebuah solusi optimal untuk sebuah masalah.Namun kemungkinan besar tidak dipilih karena solusi yang dapat diterima akan diidentifikasikan dengan baik sebelum pembuat keputusan diharuskan mencari terlalu jau dari status quo.

Bias overconvidance

Bias kepercayaan diri yang berlebih.Telah dikatakan bahwa “tidak ada masalah dalam penilaian dan pembuatan keputusan yang lebih umum dan berpotensi menimbulkan bencana besar daripada kepercayaan diri yang berlebih.”

Dari sudut pandang organisasional,salah satu penemuan yang menarik terkait kepercayaan diri yang berlebih adalah individu yang kemampuan intelektual dan antarpersonalnya paling lemah kemungkinan besar menaksir kinerja dan kemampuan mereka yang terlalu tinggi.

Bias jangkar

Adalah kecenderungan untuk sangat tertarik dengan informasi awal.Bias jangkar terjadi karena pikiran kita muncul untuk memeberikan sejumlah penekananyang tidak seimbang terhadap informasi awal yang diterima.Jadi,kesan.ide,imbalan,dan perkiraan awal membawa bobot yang tidak semestinya sehubungan dengan informasi yang akan diterima nanatinya.

Pertimbangan peran bias jangkar dalam negosiasi dan wawancara.bias jangkar terjadi setiap kali terdapat negosiasi.Sebagai contoh,ketika calon pemberi kerja menayakan berapa banyak bayaran anda dalam pekerjaan anda sebelummya,jawaban anda biasanya menentukan penawaran pemberi kerja.

Bias konfirmasi

Proses pembuatan keputusan yang rasional mengasumsikan bahwa kita mengumpulkan informasi secara objektif.Tetapi kita tidak mengumpulkan informasi secara selektif.Bias konfirmasi mewakili sebuah kasus persepsi selektif.Kita mencari informasi yang menguatkan pilihan-pilihan ikita di masa lalu,dan hal ini mengabaikan informasi yang bertentanagan dengan penilaian-penilaian masa lalu.Oleh karena itu,informasi yang kita kumpulkan biasanya cenderung mendukung pandangan-pandangan yang telah kita miliki.

Bias ketersediaan

Yaitu kecenderungan individu mendasarkan penilaian mereka pada informasi yang sudah tersedia bagi mereka.

Peristiwa-peristiwa yang memicu emosi,yang sangat nyata,atau yang terjadi baru-baru ini cenderung lebih berada dlam ingatan kita.Akibatnya, kita cenderng menaksir terlalu tinggi peristiwa-peristiwa yang kurang mungkin terjadi.

Bias representatif

Yaitu menilai kemungkinan suatu kejadian dengan menganggap situasi saat ini sama seperti situasi di masa lalu.

Adaklaanya kita semua salah dan jatuh ke dalam bias representatif.Misalnya seorang manajer sering kali memprediksi kinerja sebuah produk baru dengan mengaitkannya dengan keberhasilan produk yang sebelumnya.

Peningkatan komitmen

Penyimpangan lain yang menyelinap ke dalam keputusan sehari-hari adalah kecenderungan untuk meningkatkan komitmen ketika aliran keputusan mewakili serangkaian keputusan.Peningkatan komitmen merujuk pada sikap memepertahankan sebuah keputusan meskipun terdapat bukti nyata bahwa keputusan tersebut salah.Sebagai contoh,seorang teman telah berhubungan dengan teman wanitanya selama kurang lebih empat tahun.Meskipun ia mengaku kepada anda bahwa segalanya tidak berjalan begitu baik dalam hubungan tersebut,ia mengatakan bahwa ia masih akan menikahi wanita tersebut.Pembenarannya : “saya telah memberikan banyak hal dalam hubungan ini!”

Peningkatan komitmen memiliki implikasi yang nyata terhadap keputusan-keputusan manajerial.Banyak organisai mengalami kerugian besar karena seorang manajer ingin memebuktikan bahwa keputusan awalnya adalah benar dengan terus memasukkan sumber-sumber atas apa yang menjadi penebab kerugian sejak awal.Dalam keadaan yang sebenarnya, manajer yang efektif adalah manajer yang bisa memebedakan antara situasi di mana ketekunan akan memeberikan hasil dan situasi di mana ketekunan tidak akan memeberikan hasil.

Kesalahan yang tidak di sengaja

Manusia memiliki banyak kesulitan dalam menghadapi kesempatan.Sebagian besar dari kita memiliki sedikit kendali atas dunia dan nasib pribadi.meskipun kita pasti bisa mengendalikan sebagian besar masa depan dengan membuat keputusan yang rasional,faktanya adalah dunia akan selalu memiliki peristiwa yang tidak di sengaja.Kecenderungan kita untuk percaya bahwa kita bisa memeprediksi hasil dari peristiwa-peristiwa yang tidak disengaja adalah kesalahan yang tidak disengaja.

Pembuatan keputusan menjadi teganggu ketika kita berusaha mengartikan peristiwa-peristiwa yang tidak disengaja.salah atu kerusakan paling serius yang disebabkan oleh peristiwa-peristiwa tidak disengaja adalah ketika kita mengubah pola imajiner menjadi takhayul.

Kutukan pemenang

Adalah proses pembuatan keputusan yang memeperlihatkan bahwa partisipan yang menang dalam sebuah lelang biasanya memebayar terlalu tinggi untuk barang yang dimenangkan Kutukan pemenang muncul dalam tawar menawar yang komptitif.Jadi kemungkinan besar penwar tertinggi akan membayar terlalu tinggi,kecuali jika individu-individu terlalu merendahkan suatu barang.jadi,berhati-hatilah dengan lelang di mana sejumlah besar penawar terlibat.

Bias peninjauan kembali

Adalah kencenderungan kita untuk pura-pura yakin bahwa kita telah memeprediksi hasil dari sebuah peristiwa secara akurat,setelah hasil tersebut benar-benar diketahui.

Apa yang menjelaskan bias peninjauan kembali? Rupanya,kita tidak cukup baik dalam mengingat cara sebuah peristiwa yang tidak cukup jelas terjadi pada kita sebelum kita mengetahui hasil-hasil aktual dari peristiwa tersebut.

Bias peninjauan kembali mengurangi kemampuan kita untuk belajar dari masa lalu.Hal ini memungkinkan kita untuk berpikir bahwa kita lebih baikdalam memebuat prediksi daripada yang sebenarnya dan bisa menjadikan kita lebih yakin akan akurasi keputusan di masa mendatang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar